MEMUPUK ANTHURIUM

MEMUPUK ANTHURIUM
oleh Bu Nia, Karanganyar

Memupuk adalah salah satu dari sekian kegiatan dalam merawat Anthurium untuk menghasilkan tumbuhan yang maximal. Sama seperti pada tanaman lainnya, unsur hara untuk Anthurium dapat diperoleh dari air siraman, media tumbuh, serta pupuk. Pupuk dapat diberikan melalui akar dan daun dengan dosis yang tepat, tidak berlebih atau kurang.

Unsur hara yang yang dibutuhkan tanaman dapat dibagi mjd 2 kelompok:
1. Unsur Hara Makro (dibutuhkan tanaman dlm jumlah banyak)
  Mis: Nitrogen (N), fosfor (P), kalium(K), calsium(Ca), sulfur(S), magnesium
  (Mg)
2. Unsur Hara Mikro (dibutuhkan dlm jumlah sedikit tapi mutlak harus tersedia)
  Mis: besi(Fe), mangan(Mn), boron(B), tembaga(Cu), zink(Zn).
  Chlorida(Cl),Molibdeum(Mo)

Anthurium membutuhkan Nitrogen (N) lebih tinggi dibanding unsur fosfor(P) dan kalium(K), karena fungsi Nitrogen untuk merangsang pembentukan daun dan akar yang lebih kokoh, klorofil juga lebih banyak terbentuk shg warna hijau daun semakin sempurna

Untuk tujuan pemebentukan bunga yang nanatinya akan menghasilkan biji, disarankan memeakai pupuk denagan kandungan Fosfor tinggi.
Jika tanaman dalam kondisi lemah atau pada musim hujan sebaiknya gunakan pupuk dengan komposisi Kalium lebih tinggi

Anthurim tms tanaman yang lamban pertumbuhannya, dan tidak perlu dipupuk berlebihan, apabila sudah diberi pupuk pelepas lambat (slow release diberikan setiap 3 bulan sekali), pupuk daun cukup diberikan seminggu sekali

Pupuk organik juga sangat baik bagi anthurium, dapat diberikan secara berselanh-seling dgn pupuk organik, larutkan pupuk kedlm air sesuai dosis anjuran, lalu semprotkan ke bagian bawah daun seminggu sekali, lakukan pada pagi hari (06.00-07.00) atau sore (17.00-18.00)

Nama Unsur dan Manfaat

Nitrogen : Memacu pertumbuhan daun dan batang, membantu pembebtukan
  akar
Fosfor : Mendorong pembentukan akar, membantu pembentukan bunga dan buah
Kalium : Unsur utama pemebentukan tulang tanaman dan dinding sel
  (penguat tanaman) membantu pembentukan bunga dan buah
Calsium : Membantu pembentukan ujung dan bulu akar
Magnesium : Unsur utama dalam pembentukan hija daun dan
  membantu penyebaran fosfor ke seluruh tubuh
Sulfur : Bersama fosfor mempertinggi kinerja unsur lain dan memproduksi
  energi
Ferrum : Ikut dalam pembentukan zat hijau daun
Mangan : Membantu penyerapan Nitrogen
Borium : Ikut dalam pemebentukan jaringan tunas/meristem
Zink : Ikut dalam pembentukan jaringan tunas/meristem
Molibdenum : Berperan dalam pengikatan Nitrogen

Salam
Nia

*NB : info dari berbagai sumber

HORMON PERTUMBUHAN PADA TUMBUHAN

HORMON PERTUMBUHAN PADA TUMBUHAN
oleh Bu Nia

Jujur saya mumet..pusing…. lihat postingan milis akhir2 ini, termasuk saya malah tanpa sengaja jadi ikut dilibatkan dgn masalah Pak Tatang dan Pak Lutfi, dah sekarang kita bahas yang lain aja…
 
Memelihara tanaman, terutama Anthurium, tak lepas dari bahan2 yang mendukung, antara lain pupuk, hormon, nutrisi untuk tumbuhan, yag semuanya itu berfungsi supaya tanaman terjaga kondisi dan dapat bertumbuh dengan baik. Maraknya merk zat2 pertumbuhan yang beredar dipasaran, seolah berlomba untuk memikat pembeli dengan slogan menjadikan tumbuhan jd super dsb, tapi pernahkan kita memperhatikan lebih lanjut, sebenarnya apa yg dimaksud dgn hormon pertumbuhan.
 
Saat ini saya copy kan beberapa info ttg hormon pertumbuhan, sehingga pemahaman kita bertambah, hal ini akan mendorong kita untuk lebih selektif dalam memilih hormon2 pertumbuhan yg beredar dipasaran akhir2 ini
 
Hormon tumbuhan
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Langsung ke: navigasi, cari
Pertumbuhan, perkembangan, dan pergerakan tumbuhan dikendalikan beberapa golongan zat yang secara umum dikenal sebagai hormon tumbuhan atau fitohormon. Penggunaan istilah “hormon” sendiri menggunakan analogi fungsi hormon pada hewan; dan, sebagaimana pada hewan, hormon juga dihasilkan dalam jumlah yang sangat sedikit di dalam sel. Beberapa ahli berkeberatan dengan istilah ini karena fungsi beberapa hormon tertentu tumbuhan (hormon endogen, dihasilkan sendiri oleh individu yang bersangkutan) dapat diganti dengan pemberian zat-zat tertentu dari luar, misalnya dengan penyemprotan (hormon eksogen, diberikan dari luar sistem individu). Mereka lebih suka menggunakan istilah zat pengatur tumbuh (bahasa Inggris plant growth regulator).
Hormon tumbuhan merupakan bagian dari proses regulasi genetik dan berfungsi sebagai prekursor. Rangsangan lingkungan memicu terbentuknya hormon tumbuhan. Bila konsentrasi hormon telah mencapai tingkat tertentu, sejumlah gen yang semula tidak aktif akan mulai ekspresi. Dari sudut pandang evolusi, hormon tumbuhan merupakan bagian dari proses adaptasi dan pertahanan diri tumbuh-tumbuhan untuk mempertahankan kelangsungan hidup jenisnya.
Pemahaman terhadap fitohormon pada masa kini telah membantu peningkatan hasil pertanian dengan ditemukannya berbagai macam zat sintetis yang memiliki pengaruh yang sama dengan fitohormon alami. Aplikasi zat pengatur tumbuh dalam pertanian modern mencakup pengamanan hasil (seperti penggunaan cycocel untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap lingkungan yang kurang mendukung), memperbesar ukuran dan meningkatkan kualitas produk (misalnya dalam teknologi semangka tanpa biji), atau menyeragamkan waktu berbunga (misalnya dalam aplikasi etilena untuk penyeragaman pembungaan tanaman buah musiman), untuk menyebut beberapa contohnya.
Sejauh ini dikenal sejumlah golongan zat yang dianggap sebagai fitohormon, yaitu
  Auksin
  Sitokinin
  Giberelin atau asam giberelat (GA)
  Etilena
  Asam absisat (ABA)
  Asam jasmonat
  Steroid (brasinosteroid)
  Salisilat
  Poliamina.
  
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Dan Perkembangan
A. Faktor Luar
1. Air dan Mineral Þ berpengaruh pada pertumbuhan tajuk 2 akar. Diferensiasi salah satu unsur hara atau lebih akan menghambat atau menyebabkan pertumbuhan tak normal.
2. Kelembaban.
3. Suhu Þ di antaranya mempengaruhi kerja enzim. Suhu ideal yang diperlukan untuk pertumbuhan yang paling baik adalah suhu optimum, yang berbeda untuk tiap jenis tumbuhan.
4. Cahaya Þ mempengaruhi fotosintesis. Secara umum merupakan faktor penghambat.
Etiolasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat di tempat yang gelap
Fotoperiodisme adalah respon tumbuhan terhadap intensitas cahaya dan panjang penyinaran.
B. Faktor Dalam
1. Faktor hereditas.
2. Hormon.
a. Auksin adalah senyawa asam indol asetat (IAA) yang dihasilkan di ujung meristem apikal (ujung akar dan batang). F.W. Went (1928) pertama kali menemukan auksin pada ujung koleoptil kecambah gandum Avena sativa.
- membantu perkecambahan
- dominasi apikal
b. Giberelin adalah senyawa ini dihasilkan oleh jamur Giberella fujikuroi atau Fusarium moniliformae, ditemukan oleh F. Kurusawa. Fungsi giberelin :
- pemanjangan tumbuhan
- berperan dalam partenokarpi
c. Sitokinin
Pertama kali ditemukan pada tembakau. Hormon ini merangsang pembelahan sel.
d. Gas etilen
Banyak ditemukan pada buah yang sudah tua
e. Asam absiat
f. Florigen
g. Kalin
Hormon pertumbuhan organ, terdiri dari :
- Rhizokalin
- Kaulokali
- Filokalin
- Antokalin
h. Asam traumalin atau kambium luka
Merangsang pembelahan sel di daerah luka sebagai mekanisme untuk menutupi luka
Salisbury dan Ross (1995) menambahkan hormon yang pertama kali ditemukan adalah auksin.   Auksin endogen yaitu IAA (Indol Acetic Acid) ditemukan  pada tahun 1930-an bahkan saat itu hormon mula-mula dimurnikan dari air seni.  Karena semakin banyak hormon ditemukan maka efek serta konsentrasi endogennya dikaji.  Hormon pada tanaman jelas mempunyai ciri : setiap hormon mempengaruhi respon pada bagian tumbuhan, respon itu bergantung pada species, bagian tumbuhan, fase perkembangan, konsentrasi hormon, interaksi antar hormon, yang diketahui dan berbagai faktor lingkungan yaitu cahaya, suhu, kelembaban, dan lainnya.
 
Hormon ABA (Asam absisat)
Semua jaringan tanaman terdapat hormon ABA yang dapat dipisahkan secara kromatografi Rf 0.9.   Senyawa tersebut merupakan inhibitor B –kompleks.  Senyawa ini mempengaruhi proses pertumbuhan, dormansi dan absisi.   Beberapa peneliti akhirnya menemukan senyawa yang sama yaitu asam absisat (ABA).   Peneliti tersebut yaitu Addicott et al dari California USA pada tahun 1967 pada tanaman kapas dan Rothwell serta Wain pada tahun 1964 pada tanaman lupin (Wattimena 1992).
Menurut Salisbury dan Ross (1995) zat pengatur tumbuhan yang diproduksi di dalam tanaman  disebut juga hormon tanaman.  Hormon tanaman yang dianggap sebagai hormon stress diproduksi dalam jumlah besar ketika tanaman mengalami berbagai keadaan rawan diantaranya yaitu ABA.  Keadaan rawan tersebut antara lain kurang air,  tanah bergaram, dan suhu dingin atau panas.  ABA membantu tanaman mengatasi dari keadaan rawan tersebut.
 ABA adalah seskuiterpenoid berkarbon 15, yang disintesis sebagian di kloroplas dan plastid melalui lintasan asam mevalonat (Salisbury dan Ross 1995).   Reaksi awal sintesis ABA sama dengan reaksi sintesis isoprenoid seperti gibberelin sterol dan karotenoid.   Menurut Crellman (1989) biosintesis ABA pada sebagian besar tumbuhan terjadi secara  tak langsung melalui peruraian karotenoid tertentu (40 karbon) yang ada di plastid.  ABA pergerakannya dalam tumbuhan sama dengan pergerakan gibberelin yaitu dapat diangkut secara mudah melalui xilem floem dan juga sel-sel parenkim di luar berkas pembuluh.    
 
Hormon IAA (asam indol- 3 asetat)
 
Istilah auksin pertama kali digunakan oleh Frist Went seorang mahasiswa PascaSarjana di negeri Belanda pada tahun 1926 yang kini diketahui sebagai asam indol-3 asetat atau IAA (Salisbury dan Ross  1995).   Senyawa ini terdapat cukup banyak di ujung koleoptil tanaman oat ke arah cahaya.   Dua mekanisme sintesis IAA yaitu pelepasan gugus amino dan gugus karboksil akhir dari rantai triphtofan.  Enzim yang paling aktif diperlukan untuk mengubah tripthofan menjadi IAA terdapat di jaringan muda seperti meristem tajuk, daun serta buah yang sedang tumbuh.  Semua jaringan ini kandungan IAA paling tinggi  karena disintesis di daerah tersebut.
IAA terdapat di akar pada konsentrasi yang hampir sama dengan di bagian tumbuhan lainnya (Salisbury dan Ross  1995).   IAA dapat memacu pemanjangan akar pada konsentrasi yang sangat rendah.  IAA  adalah auksin endogen atau auksin yang terdapat dalam tanaman.  IAA berperan dalam aspek pertumbuhan dan perkembangan tanaman yaitu pembesaran sel yaitu koleoptil atau batang penghambatan mata tunas samping, pada konsentrasi tinggi menghambat pertumbuhan mata tunas untuk menjadi tunas absisi (pengguguran) daun aktivitas dari kambium dirangsang oleh IAA pertumbuhan akar  pada konsentrasi tinggi dapat menghambat perbesaran sel-sel akar.
Penelitian IAA oleh Gregorio et al (1995) pada embrio, endosperma, dan integumen benih Sechium edule (labu Siam) pada umur 23, 27, 33, dan 37 hari setelah anthesis adalah sebagai berikut: 1) jumlah IAA pada embrio pada umur tersebut berturut-turut 1.67%, 2.08%, 3.40 % dan 3.29 %, 2) Jumlah IAA pada endosperma berturut-turut 20.45%, 25.72%, 30,40%, dan 52.22% dari total IAA, dan 3) Jumlah IAA pada integumen adalah 8.44%, 9.32%, 8.76% dan 8.04%,  dan 4) Jumlah IAA total ( IAA terikat maupun IAA bebas) cenderung meningkat sejalan dengan meningkatnya kemasakan benih labu Siam.
Itu baru sebagian yang saya copy, semoga bermanfaat, masih ada lagi file yg belum saya posting, yang penting ini dibaca dulu, kalo udah kapan2 saya posting lagi
 
Sudah ..ga usah pada ribut, kita beri yg terbaik di milis ini
 
Salam dari KEBUNKU Ornamentalplant
Nia- Karanganyar Solo
 

TIPS MEMIPILIH DAN MENYEMAI OC ANTHURIUM

TIPS MEMIPILIH DAN MENYEMAI OC ANTHURIUM
oleh Bu Nia, Karanganyar

Ini juga harus mendapatkan perhatian selain meributkan harga OC, bagaimana kita memilih OC yang hendak kita beli dan perlakuan sebelum semai, untuk mendapatkan OC hal2 ini yang harus diperhatikan:
1. Usahakan mendapatkan biji yang segar, dan kalu bisa memleteti (duh..bahasa indonesia memleteti apa ya….?) sendiri biji tersebut dari pohonnya, ini mesti nego sama yg punya tanaman
2. Jika kita membeli biji kering / sudah dipleteti sama petaninya, kita mesti tau kapan biji tersebut di panen, max 2 mg setelah panen.
3. Biji yang baik, secara fisik mempunyai ciri: biji keliatan utuh, bulat dan terkesan padat, jika direndam dalam air biji akan tenggelam
4. Biji yang sudah tua ato matang meskipun kering secara fisik akan tetap mempunyai bentuk fisik seperti di nomor 3, jika biji dipanen masih muda, maka biji kering secara fisik biasanya kempes, meskipun biji yang kempes bukan berarti tidak mau tumbuh, namun prosentase untuk tumbuh kecil, waktu tumbuh lama, kalaupun tumbuh kualitas seedling ga begitu bagus.

Selanjutnya adalah penyemaian:
1. Untuk memperkecil resiko biji tidak tumbuh, maka sebelum disemai terhadap masing2 jenis biji (biji kering atau segar)sebaiknya direndam dalam larutan zat perangsang tumbuh
* Untuk biji segar : direndam dalam larutan Vit B1 (Kebun-ku memakai Novelgrow) selama 30 menit
* Untuk biji kering : direndam dalam larutan Vit B1 minimal 2 jam
* Untuk biji yang lebih kering : memerlukan perlakuan khusus, kecuali direndam dalam larutan zat perangsang tumbuh, setelah itu ditiriskan dan diangin2 kan kemudian di tambah hormon penumbuh lain yg berbentuk kering, dalam hal ini kami memakai Nutrifarm selama 1-2 jam (dengan disertai doa…semoga tumbuh)
2. Kemudian lakukan penyemaian, yaitu persiapkan pakis halus, taruh di nampan plastik, kemudian disemprot vit B1, taruh biji yang telah selasai direndam dgn zat perangsang tumbuh diatas pakis basah tadi, kmd nampan ditutup pake plastik bening / transparan, rapet dan kenceng, kmd bungkus lagi dgn plastik gelap, simpan di tempat yg lembab, funsi pemberian platik transparan, supaya kita bisa memantau pertumbuhan cambah

Secara normal, penyemaian dengan memakai biji segar akan tumbuh sekitar 80-90%, jadi kalo anda telah membeli OC anthurium dgn kualitas bagus tapi ditanam hanya tumbuh 1-5%, nah yg perlu ditanyakan, yg salah bijinya apa yang nanam?

Salam dari Kebun-ku
Nia-Karanganyar Solo