HORMON PERTUMBUHAN PADA TUMBUHAN

HORMON PERTUMBUHAN PADA TUMBUHAN
oleh Bu Nia

Jujur saya mumet..pusing…. lihat postingan milis akhir2 ini, termasuk saya malah tanpa sengaja jadi ikut dilibatkan dgn masalah Pak Tatang dan Pak Lutfi, dah sekarang kita bahas yang lain aja…
 
Memelihara tanaman, terutama Anthurium, tak lepas dari bahan2 yang mendukung, antara lain pupuk, hormon, nutrisi untuk tumbuhan, yag semuanya itu berfungsi supaya tanaman terjaga kondisi dan dapat bertumbuh dengan baik. Maraknya merk zat2 pertumbuhan yang beredar dipasaran, seolah berlomba untuk memikat pembeli dengan slogan menjadikan tumbuhan jd super dsb, tapi pernahkan kita memperhatikan lebih lanjut, sebenarnya apa yg dimaksud dgn hormon pertumbuhan.
 
Saat ini saya copy kan beberapa info ttg hormon pertumbuhan, sehingga pemahaman kita bertambah, hal ini akan mendorong kita untuk lebih selektif dalam memilih hormon2 pertumbuhan yg beredar dipasaran akhir2 ini
 
Hormon tumbuhan
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Langsung ke: navigasi, cari
Pertumbuhan, perkembangan, dan pergerakan tumbuhan dikendalikan beberapa golongan zat yang secara umum dikenal sebagai hormon tumbuhan atau fitohormon. Penggunaan istilah “hormon” sendiri menggunakan analogi fungsi hormon pada hewan; dan, sebagaimana pada hewan, hormon juga dihasilkan dalam jumlah yang sangat sedikit di dalam sel. Beberapa ahli berkeberatan dengan istilah ini karena fungsi beberapa hormon tertentu tumbuhan (hormon endogen, dihasilkan sendiri oleh individu yang bersangkutan) dapat diganti dengan pemberian zat-zat tertentu dari luar, misalnya dengan penyemprotan (hormon eksogen, diberikan dari luar sistem individu). Mereka lebih suka menggunakan istilah zat pengatur tumbuh (bahasa Inggris plant growth regulator).
Hormon tumbuhan merupakan bagian dari proses regulasi genetik dan berfungsi sebagai prekursor. Rangsangan lingkungan memicu terbentuknya hormon tumbuhan. Bila konsentrasi hormon telah mencapai tingkat tertentu, sejumlah gen yang semula tidak aktif akan mulai ekspresi. Dari sudut pandang evolusi, hormon tumbuhan merupakan bagian dari proses adaptasi dan pertahanan diri tumbuh-tumbuhan untuk mempertahankan kelangsungan hidup jenisnya.
Pemahaman terhadap fitohormon pada masa kini telah membantu peningkatan hasil pertanian dengan ditemukannya berbagai macam zat sintetis yang memiliki pengaruh yang sama dengan fitohormon alami. Aplikasi zat pengatur tumbuh dalam pertanian modern mencakup pengamanan hasil (seperti penggunaan cycocel untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap lingkungan yang kurang mendukung), memperbesar ukuran dan meningkatkan kualitas produk (misalnya dalam teknologi semangka tanpa biji), atau menyeragamkan waktu berbunga (misalnya dalam aplikasi etilena untuk penyeragaman pembungaan tanaman buah musiman), untuk menyebut beberapa contohnya.
Sejauh ini dikenal sejumlah golongan zat yang dianggap sebagai fitohormon, yaitu
  Auksin
  Sitokinin
  Giberelin atau asam giberelat (GA)
  Etilena
  Asam absisat (ABA)
  Asam jasmonat
  Steroid (brasinosteroid)
  Salisilat
  Poliamina.
  
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Dan Perkembangan
A. Faktor Luar
1. Air dan Mineral Þ berpengaruh pada pertumbuhan tajuk 2 akar. Diferensiasi salah satu unsur hara atau lebih akan menghambat atau menyebabkan pertumbuhan tak normal.
2. Kelembaban.
3. Suhu Þ di antaranya mempengaruhi kerja enzim. Suhu ideal yang diperlukan untuk pertumbuhan yang paling baik adalah suhu optimum, yang berbeda untuk tiap jenis tumbuhan.
4. Cahaya Þ mempengaruhi fotosintesis. Secara umum merupakan faktor penghambat.
Etiolasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat di tempat yang gelap
Fotoperiodisme adalah respon tumbuhan terhadap intensitas cahaya dan panjang penyinaran.
B. Faktor Dalam
1. Faktor hereditas.
2. Hormon.
a. Auksin adalah senyawa asam indol asetat (IAA) yang dihasilkan di ujung meristem apikal (ujung akar dan batang). F.W. Went (1928) pertama kali menemukan auksin pada ujung koleoptil kecambah gandum Avena sativa.
– membantu perkecambahan
– dominasi apikal
b. Giberelin adalah senyawa ini dihasilkan oleh jamur Giberella fujikuroi atau Fusarium moniliformae, ditemukan oleh F. Kurusawa. Fungsi giberelin :
– pemanjangan tumbuhan
– berperan dalam partenokarpi
c. Sitokinin
Pertama kali ditemukan pada tembakau. Hormon ini merangsang pembelahan sel.
d. Gas etilen
Banyak ditemukan pada buah yang sudah tua
e. Asam absiat
f. Florigen
g. Kalin
Hormon pertumbuhan organ, terdiri dari :
– Rhizokalin
– Kaulokali
– Filokalin
– Antokalin
h. Asam traumalin atau kambium luka
Merangsang pembelahan sel di daerah luka sebagai mekanisme untuk menutupi luka
Salisbury dan Ross (1995) menambahkan hormon yang pertama kali ditemukan adalah auksin.   Auksin endogen yaitu IAA (Indol Acetic Acid) ditemukan  pada tahun 1930-an bahkan saat itu hormon mula-mula dimurnikan dari air seni.  Karena semakin banyak hormon ditemukan maka efek serta konsentrasi endogennya dikaji.  Hormon pada tanaman jelas mempunyai ciri : setiap hormon mempengaruhi respon pada bagian tumbuhan, respon itu bergantung pada species, bagian tumbuhan, fase perkembangan, konsentrasi hormon, interaksi antar hormon, yang diketahui dan berbagai faktor lingkungan yaitu cahaya, suhu, kelembaban, dan lainnya.
 
Hormon ABA (Asam absisat)
Semua jaringan tanaman terdapat hormon ABA yang dapat dipisahkan secara kromatografi Rf 0.9.   Senyawa tersebut merupakan inhibitor B –kompleks.  Senyawa ini mempengaruhi proses pertumbuhan, dormansi dan absisi.   Beberapa peneliti akhirnya menemukan senyawa yang sama yaitu asam absisat (ABA).   Peneliti tersebut yaitu Addicott et al dari California USA pada tahun 1967 pada tanaman kapas dan Rothwell serta Wain pada tahun 1964 pada tanaman lupin (Wattimena 1992).
Menurut Salisbury dan Ross (1995) zat pengatur tumbuhan yang diproduksi di dalam tanaman  disebut juga hormon tanaman.  Hormon tanaman yang dianggap sebagai hormon stress diproduksi dalam jumlah besar ketika tanaman mengalami berbagai keadaan rawan diantaranya yaitu ABA.  Keadaan rawan tersebut antara lain kurang air,  tanah bergaram, dan suhu dingin atau panas.  ABA membantu tanaman mengatasi dari keadaan rawan tersebut.
 ABA adalah seskuiterpenoid berkarbon 15, yang disintesis sebagian di kloroplas dan plastid melalui lintasan asam mevalonat (Salisbury dan Ross 1995).   Reaksi awal sintesis ABA sama dengan reaksi sintesis isoprenoid seperti gibberelin sterol dan karotenoid.   Menurut Crellman (1989) biosintesis ABA pada sebagian besar tumbuhan terjadi secara  tak langsung melalui peruraian karotenoid tertentu (40 karbon) yang ada di plastid.  ABA pergerakannya dalam tumbuhan sama dengan pergerakan gibberelin yaitu dapat diangkut secara mudah melalui xilem floem dan juga sel-sel parenkim di luar berkas pembuluh.    
 
Hormon IAA (asam indol- 3 asetat)
 
Istilah auksin pertama kali digunakan oleh Frist Went seorang mahasiswa PascaSarjana di negeri Belanda pada tahun 1926 yang kini diketahui sebagai asam indol-3 asetat atau IAA (Salisbury dan Ross  1995).   Senyawa ini terdapat cukup banyak di ujung koleoptil tanaman oat ke arah cahaya.   Dua mekanisme sintesis IAA yaitu pelepasan gugus amino dan gugus karboksil akhir dari rantai triphtofan.  Enzim yang paling aktif diperlukan untuk mengubah tripthofan menjadi IAA terdapat di jaringan muda seperti meristem tajuk, daun serta buah yang sedang tumbuh.  Semua jaringan ini kandungan IAA paling tinggi  karena disintesis di daerah tersebut.
IAA terdapat di akar pada konsentrasi yang hampir sama dengan di bagian tumbuhan lainnya (Salisbury dan Ross  1995).   IAA dapat memacu pemanjangan akar pada konsentrasi yang sangat rendah.  IAA  adalah auksin endogen atau auksin yang terdapat dalam tanaman.  IAA berperan dalam aspek pertumbuhan dan perkembangan tanaman yaitu pembesaran sel yaitu koleoptil atau batang penghambatan mata tunas samping, pada konsentrasi tinggi menghambat pertumbuhan mata tunas untuk menjadi tunas absisi (pengguguran) daun aktivitas dari kambium dirangsang oleh IAA pertumbuhan akar  pada konsentrasi tinggi dapat menghambat perbesaran sel-sel akar.
Penelitian IAA oleh Gregorio et al (1995) pada embrio, endosperma, dan integumen benih Sechium edule (labu Siam) pada umur 23, 27, 33, dan 37 hari setelah anthesis adalah sebagai berikut: 1) jumlah IAA pada embrio pada umur tersebut berturut-turut 1.67%, 2.08%, 3.40 % dan 3.29 %, 2) Jumlah IAA pada endosperma berturut-turut 20.45%, 25.72%, 30,40%, dan 52.22% dari total IAA, dan 3) Jumlah IAA pada integumen adalah 8.44%, 9.32%, 8.76% dan 8.04%,  dan 4) Jumlah IAA total ( IAA terikat maupun IAA bebas) cenderung meningkat sejalan dengan meningkatnya kemasakan benih labu Siam.
Itu baru sebagian yang saya copy, semoga bermanfaat, masih ada lagi file yg belum saya posting, yang penting ini dibaca dulu, kalo udah kapan2 saya posting lagi
 
Sudah ..ga usah pada ribut, kita beri yg terbaik di milis ini
 
Salam dari KEBUNKU Ornamentalplant
Nia- Karanganyar Solo
 

20 Responses to “HORMON PERTUMBUHAN PADA TUMBUHAN”

  1. vivi Says:

    hm…. bagus se.. cuma bisa di detailin nggak fungsi2 dari masing2 hormon tumbuh na

  2. chai Says:

    merupan suatu penulisan yang luar biasa, krn dapat memebantu para pemula dan kolektor.
    tapi…….,,,,,,,, apa gak berpengaruh antara satu hormon dengan hormon lain. dan apakah bisa menghambat pertumbuhan yang lain.

  3. mer Says:

    sbnrnya si aku lagi nyari sebab musababnya knp tumbuhan yang nggak terkena sinar juga msh bsa hidup..?
    walaupun nggak normal,,jadi lebih memamnjang karena auksinnya nggak dihambat..
    bukannya tumbuhan perlu cahaya untuk berfotosintesis??kok dia bs tetep hidup tanpa cahaya???

  4. melly tursina Says:

    Kenapa pada tumbuhan tidak adanya sistem organ,tetapi dasarnya tumbuhan tetap hidup?mohon jawannya diberi alasan trima kasih

  5. urban Says:

    ketika tumbuhan kekurangn air, hormon pa yng meningkat di dalam tubuhnya?

  6. maya Says:

    tolong dong cariin fungsi dari asam absisat

  7. betelgeuse Says:

    kok susah ya…cari penjelasan lengkap tentang asam traumalin dan kalin…susah banget…*_*

  8. Rahman Says:

    Thx y utk pageny…

    bs utk tmbh bhn p’siapan ujian…

  9. mynameisBATMANRETURN Says:

    bu SAYA GAK NGERTI NIII .
    pengen ngerjain tugas tapi udah ngantuq .
    tidur aja ahhhhh ..

  10. saly Says:

    bagus bgt tulisanya, namun kurang spesifik

  11. hema Says:

    kebetulan saya lg nyari tugas manajemen persemaian dan pembibitan, jadi saya juga pusing Bu!

  12. ela Says:

    q ga ngerti tentang penjelasan mengenai asam absisat tu

  13. NeO Says:

    kok seperti na aq pernah baca sebagian isi dari artikel ini di blog orang laen yach……..T_T

  14. Vie Says:

    Gas etilena ???
    Hiks…. Butuh banget nhe

  15. hasna Says:

    hy… thx y.. hmm bs lbh detail g?
    tp u/ pngetahuan umum (skedar ingin tahu) sih,, sgt bagus..^ ^ keep writing..!
    Fighting!!

  16. Dhia Says:

    Mm..
    Bsa djelasin jg gk..
    Efek kelebihanny dn kekuranganny hormon it thdp tmbhan?

  17. saniy shabrina Says:

    haha, baca ini soalnya besok mau ulangan biologi, terimakasih ya.

  18. kiki Says:

    apa ch yang diMaksud dengan HORMON ETILEN….????


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: